Bisakah Anda Bepergian ke Negara Lain dengan Visa Indonesia? Ini Faktanya

20 November 2025

20

Bisakah Anda Bepergian ke Negara Lain dengan Visa Indonesia? Ini Faktanya

Ketika seseorang mendapatkan visa Indonesia—baik itu visa turis, business visa, digital nomad visa, hingga KITAS—banyak yang bertanya: “Visa Indonesia bisa digunakan ke negara mana saja selain Indonesia?” Pertanyaan ini cukup umum, terutama bagi traveler, pekerja asing, atau nomad yang sering berpindah negara.

Untuk menjawabnya, kita perlu memahami terlebih dahulu bahwa visa Indonesia adalah izin masuk khusus ke wilayah Indonesia. Namun, ada sejumlah aturan penting terkait apakah visa tersebut memungkinkan Anda bepergian ke negara lain, transit, atau memasuki negara tertentu dengan lebih mudah.

Apa yang akan dibahas

  • Fungsi utama visa Indonesia
  • Apakah visa Indonesia berlaku di negara lain
  • Negara mana saja yang bisa Anda kunjungi menggunakan paspor tertentu
  • Perbedaan antara visa Indonesia dan fasilitas transit
  • Tips perjalanan internasional setelah berada di Indonesia

Apa Itu Visa Indonesia dan Apa Fungsinya?

Visa Indonesia adalah izin resmi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada warga negara asing untuk masuk dan tinggal di Indonesia sesuai tujuan yang telah ditentukan. Visa ini berlaku khusus untuk wilayah Indonesia—baik daratan maupun perairan Indonesia.

Beberapa jenis visa Indonesia meliputi:

  • Visa on Arrival (VoA)
  • Visa Kunjungan (C1)
  • Visa Bisnis (C2)
  • Visa Pekerja / Work Permit (KITAS Kerja)
  • Investor KITAS (C12)
  • Retirement Visa (E33F)
  • Artist / Performer Visa (C7)

Masing-masing visa memiliki aturan, masa tinggal, serta hak dan kewajiban yang berbeda. Namun penting untuk dicatat bahwa visa Indonesia tidak memberikan akses otomatis ke negara lain. Visa ini hanya berlaku untuk masuk ke Indonesia.

Apakah Visa Indonesia Bisa Digunakan untuk Masuk ke Negara Lain?

Banyak orang yang baru pertama kali mengajukan visa Indonesia sering mempertanyakan hal yang sama: “Apakah visa Indonesia bisa dipakai untuk masuk ke negara lain?” Jawabannya adalah tidak. Visa Indonesia hanya berlaku untuk masuk dan tinggal di wilayah Indonesia, dan tidak memberi akses tambahan ke negara mana pun di luar negeri.

Kesalahpahaman ini cukup umum, terutama bagi traveler atau ekspatriat yang menjadikan Bali sebagai base. Mereka mengira bahwa setelah memegang visa Indonesia—baik Visa on Arrival (VoA), Visa Kunjungan, maupun KITAS—maka negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand akan otomatis menjadi lebih mudah diakses. Padahal, aturan masuk negara lain ditentukan sepenuhnya oleh paspor Anda, bukan oleh visa Indonesia yang Anda miliki.

Visa Indonesia Tidak Berlaku untuk Masuk Negara Lain

Visa Indonesia hanya berfungsi sebagai izin untuk memasuki Indonesia. Visa ini tidak memiliki hubungan dengan otoritas imigrasi negara lain, sehingga:

  • Tidak dapat digunakan untuk masuk negara Asia Tenggara lain
  • Tidak memberi kemudahan otomatis untuk perjalanan ke luar negeri
  • Tidak mengubah aturan visa negara tujuan

Contoh

  • Seorang WN Inggris yang memiliki visa Indonesia tetap harus mengurus visa untuk memasuki China.
  • Seorang WN India yang memegang visa Indonesia tetap wajib mengajukan visa jika ingin masuk Jepang atau Korea Selatan.
  • Seorang WN Rusia dengan KITAS Indonesia tetap membutuhkan visa bila ingin masuk Australia.

Negara Mana Saja yang Bisa Anda Kunjungi? Ditentukan oleh Paspor Anda

Yang menentukan kemana Anda bisa bepergian bukanlah visa Indonesia, melainkan kekuatan paspor Anda. Berikut ringkasan kelompok paspor dan implikasinya:

1. Paspor Kuat

(Amerika, Eropa, Inggris, Kanada, Australia, Jepang) — Pemegang paspor ini biasanya memiliki akses bebas visa atau visa-on-arrival ke banyak negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Uni Eropa, dan sebagian besar negara Amerika Latin. Memiliki visa Indonesia tidak mengubah daftar tersebut.

2. Paspor Asia Selatan

(India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka) — Paspor negara-negara ini umumnya memiliki persyaratan visa yang lebih ketat. Walaupun Anda sudah memiliki visa Indonesia, Anda tetap harus membuat visa untuk Jepang, Korea, China, atau Eropa, memenuhi dokumen tambahan, dan mengikuti aturan negara tujuan.

3. Paspor Rusia & Eropa Timur

Warga Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, dan negara-negara Eropa Timur mungkin mendapat akses mudah ke beberapa negara Asia atau Amerika Latin, tetapi untuk negara seperti AS, Inggris, atau Australia tetap diperlukan visa khusus.

4. Paspor Afrika

(Nigeria, Kenya, Ghana, Uganda, dll.) — Visa Indonesia tidak memberikan keuntungan tambahan untuk akses global; negara-negara Eropa, Asia Timur, dan Australia tetap mensyaratkan visa terpisah.

Bagaimana dengan Transit di Negara Lain?

Untuk transit internasional, aturan tetap mengikuti paspor Anda, bukan visa Indonesia. Negara transit memiliki kebijakan masing-masing. Beberapa contoh:

  • Transit di Qatar, Dubai, Abu Dhabi — kebanyakan paspor tidak memerlukan visa transit.
  • Transit di Singapura — beberapa paspor bisa transit bebas visa.
  • Transit di Australia — hampir semua paspor membutuhkan visa transit terpisah.

Kesimpulan

Jika Anda berencana bepergian dari Indonesia ke negara lain, ingatlah hal penting ini:

  • Visa Indonesia hanya berlaku untuk Indonesia.
  • Tujuan negara lain tetap mengikuti aturan paspor Anda.
  • Visa Indonesia tidak memberi bebas visa tambahan, tidak mempermudah transit, dan tidak memengaruhi izin negara lain.

Namun memiliki visa Indonesia, terutama multiple entry atau KITAS, tetap memberi keuntungan besar: Anda dapat kembali ke Indonesia kapan saja dengan status legal tanpa membuat visa baru.

Meskipun visa Indonesia tidak memberikan hak istimewa untuk keluar masuk negara lain, ada beberapa keuntungan administratif bagi pemegang KITAS atau izin tinggal tertentu. Seseorang yang tinggal secara resmi di Indonesia dengan KITAS dianggap sebagai residen, sehingga dapat mengajukan visa negara lain melalui kedutaan yang ada di Jakarta. Proses pengurusan visa Jepang, Korea Selatan, Australia, atau negara-negara Eropa sering kali menjadi lebih mudah karena Anda memiliki status domisili yang sah di Indonesia. Keuntungan ini tidak bersifat otomatis, tetapi membantu dalam proses aplikasi karena dokumen domisili dapat digunakan untuk memperkuat permohonan visa.

Hak keluar dan masuk Indonesia juga bergantung pada jenis visa Indonesia yang Anda miliki. Visa seperti C1 atau C7 bersifat single-entry sehingga otomatis hangus saat Anda meninggalkan Indonesia. Sementara KITAS kerja, investor, pasangan, dan retirement biasanya memberikan izin keluar-masuk yang lebih fleksibel, memungkinkan Anda bepergian ke negara lain dan kembali tanpa perlu membuat visa baru. Untuk traveler yang sering melakukan perjalanan internasional, memiliki visa atau izin tinggal multiple-entry sangat penting agar mobilitas tetap nyaman.

Butuh Bantuan Mengurus Visa atau KITAS Indonesia?

Bagi Anda yang berencana mengurus visa Indonesia—baik untuk tinggal jangka panjang, bekerja, berbisnis, atau sekadar berlibur—memahami perbedaan ini akan membantu dalam merencanakan perjalanan internasional. Jika Anda membutuhkan bantuan dalam pengurusan visa seperti C1, C2, KITAS, visa digital nomad, visa performer, atau jenis visa lainnya, layanan profesional seperti Visaloka dapat membantu memastikan proses Anda berjalan aman, legal, dan tanpa kerumitan.

Kunjungi situs resmi: visaloka.com/id-id atau konsultasi via WhatsApp: +62 878-8283-2988.

Konsultasi Gratis