Banyak orang baru mulai memikirkan visa ketika tanggal keberangkatan sudah dekat. Padahal, waktu pengajuan visa sangat berpengaruh pada kelancaran perjalanan. Tidak sedikit traveler, pekerja asing, dan digital nomad yang akhirnya stres karena visa belum selesai saat tanggal keberangkatan sudah tiba — bahkan ada yang harus membatalkan tiket dan rencana tinggal di Indonesia karena pengajuan terlalu mepet.
Meskipun proses visa Indonesia sekarang sudah berbasis digital, waktu pemrosesan tidak selalu sama. Ada kalanya proses berlangsung cepat, namun dalam periode tertentu — misalnya saat high season atau ketika terjadi pembaruan regulasi — durasi bisa lebih panjang dari biasanya. Karena itu, memahami kapan waktu terbaik untuk mengajukan visa bukan hanya penting, tetapi krusial.
Mengapa Timing Itu Penting?
Pengajuan visa bukan sekadar proses administratif. Sistem imigrasi Indonesia melakukan verifikasi dokumen, memeriksa identitas, pengecekan sponsor (jika diperlukan), memastikan tujuan kunjungan, hingga menilai apakah pemohon memenuhi persyaratan tinggal di Indonesia.
Bagi sebagian orang, proses ini berjalan cepat. Namun bagi sebagian lainnya, bisa memakan waktu lebih panjang karena:
- Dokumen perlu diperbaiki atau dilengkapi
- Sistem membutuhkan verifikasi tambahan
- Sponsor tidak memenuhi syarat
- Pemohon memiliki riwayat overstay atau pelanggaran sebelumnya
Jika semua kejadian ini muncul saat Anda sudah dekat dengan tanggal perjalanan, maka stres tidak dapat dihindari.
Berapa Lama Proses Visa Biasanya Berlangsung?
Durasi visa tidak memiliki satu jawaban pasti karena dipengaruhi regulasi serta profil pemohon. Namun secara umum:
- Visa turis dan Visa on Arrival (Online VoA) cenderung paling cepat karena dokumennya sederhana dan tujuannya jelas.
- Visa remote, pebisnis, performer, atau pekerja asing membutuhkan pemeriksaan tambahan, sehingga lebih lama.
- KITAS — seperti kerja, investor, atau pasangan — memerlukan legalitas sponsor dan dokumen tambahan, sehingga membutuhkan waktu paling panjang.
Karena perbedaan ini, mengurus lebih awal selalu lebih aman daripada menunggu menit terakhir.
Kapan Waktu Ideal Mengajukan Visa?
Secara logis dan berdasarkan pengalaman ribuan pemohon, waktu terbaik untuk memulai proses visa adalah:
- Minimal 2–8 minggu sebelum tanggal keberangkatan untuk visa kunjungan.
- 1–3 bulan sebelum pindah atau tinggal jangka panjang (mis. KITAS, kerja, investasi).
Jika Anda sudah berada di Indonesia dan visa hampir berakhir, jangan menunggu sampai hari terakhir. Proses seperti perpanjangan visa, perubahan jenis visa, atau pengajuan KITAS membutuhkan persiapan yang lebih panjang dan tidak bisa dilakukan secara mendadak.
Tanda Bahwa Anda Harus Mengurus Visa Sekarang — Bukan Nanti!
Anda sebaiknya mulai memproses visa segera jika:
- Tiket pesawat sudah dibeli tetapi belum ada visa
- Masa izin tinggal Anda hampir habis
- Dokumen sponsor belum lengkap
- Anda belum yakin visa mana yang sesuai tujuan Anda
- Anda pernah mengalami overstay atau penolakan visa sebelumnya
Semakin lama menunda, semakin besar risiko masalah yang sebenarnya bisa dihindari.
Tips Agar Proses Visa Lebih Lancar
Agar proses lebih mudah dan peluang persetujuan lebih tinggi, pastikan sejak awal bahwa dokumen Anda lengkap, tujuan perjalanan jelas, dan paspor masih berlaku 6–12 bulan ke depan.
- Pastikan foto dokumen jelas, tidak buram, dan sesuai format.
- Periksa persyaratan sponsor jika visa Anda memerlukannya — pastikan sponsor memiliki legalitas dan izin yang sesuai.
- Simpan salinan semua dokumen dan bukti pembayaran.
- Jika ragu, konsultasikan jenis visa yang paling sesuai dengan tujuan Anda.
Butuh Bantuan Profesional agar Visa Berjalan Mulus?
Jika Anda tidak ingin berurusan dengan kebingungan proses visa, risiko penolakan, atau dokumen dikembalikan karena kesalahan kecil, Visaloka bisa membantu Anda dari awal hingga visa disetujui.
Visaloka membantu berbagai jenis visa seperti:
- Visa turis & e-VoA
- Visa kunjungan C1 & bisnis C2
- Remote Working Visa
- Visa performer
- KITAS kerja, investor, talent, dan spouse
Seluruh proses dilakukan resmi, aman, dan sesuai regulasi Imigrasi Indonesia.

