Setelah tahu rute dan tarifnya, pertanyaan selanjutnya yang sering muncul dari wisatawan asing adalah soal kartunya sendiri, di mana membelinya dan apakah ada syarat khusus untuk orang asing. Kabar baiknya, cara membuat kartu KRL untuk wisatawan asing ternyata cukup sederhana, bahkan bisa diselesaikan dalam hitungan menit begitu tiba di stasiun pertama.
Berbeda dengan beberapa negara yang mewajibkan registrasi paspor untuk kartu transportasi umum, Indonesia tidak menerapkan syarat identitas khusus untuk kartu KRL. Siapa pun, termasuk wisatawan asing, bisa langsung membeli dan menggunakannya tanpa perlu menunjukkan dokumen apa pun.
Langkah Cara Membuat Kartu KRL di Stasiun
Kartu resmi yang dikeluarkan KAI Commuter bernama Kartu Multi Trip atau KMT, dan bisa dibeli langsung di loket customer service yang ada di hampir semua stasiun KRL, termasuk stasiun besar seperti Gambir, Jakarta Kota, dan Manggarai yang biasanya jadi titik transit utama wisatawan. Harga kartu ini sekitar IDR 30.000, sudah termasuk saldo awal yang bisa langsung dipakai untuk perjalanan pertama.
Prosesnya cukup datang ke loket, sebutkan ingin membeli KMT, bayar tunai, dan kartu langsung aktif saat itu juga. Tidak ada formulir yang perlu diisi, tidak ada foto yang perlu diambil, dan tidak perlu menunggu proses cetak seperti kartu transportasi di beberapa negara lain. Petugas loket umumnya sudah terbiasa melayani wisatawan asing, jadi komunikasi sederhana lewat bahasa isyarat atau aplikasi penerjemah di ponsel biasanya sudah cukup kalau ada kendala bahasa.
Selain KMT, opsi lain yang juga bisa dipakai adalah kartu uang elektronik dari bank seperti Flazz BCA, Brizzi BRI, atau TapCash BNI. Kartu kartu ini sebenarnya dirancang untuk pembayaran umum, bukan khusus KRL, tapi berfungsi sama baiknya untuk tap masuk dan keluar stasiun. Kartu semacam ini kadang lebih mudah ditemukan karena dijual juga di minimarket seperti Indomaret atau Alfamart yang tersebar di hampir setiap sudut kota, tidak terbatas hanya di stasiun.
Mengisi Ulang Saldo dan Tips Praktis
Setelah kartu di tangan, mengisi ulang saldo bisa dilakukan di loket stasiun mana saja, mesin isi ulang otomatis yang tersedia di beberapa stasiun besar, atau di minimarket terdekat. Disarankan mengisi saldo lebih dari cukup sejak awal, mengingat sebagian wisatawan tidak selalu melewati stasiun besar yang punya loket lengkap, sementara saldo minimum tetap dibutuhkan untuk bisa tap keluar di gerbang tujuan.
Satu hal yang perlu diperhatikan, kartu ini tidak bisa dipakai minus. Kalau saldo tidak cukup untuk menutup tarif perjalanan, gerbang keluar akan menolak kartu, dan penumpang perlu mengisi ulang dulu di mesin top up terdekat sebelum bisa keluar stasiun. Mengecek saldo secara berkala lewat mesin cek saldo yang tersedia di hampir setiap stasiun bisa menghindari situasi tidak nyaman semacam ini.
Kartu KMT atau kartu bank yang sudah dibeli juga bisa dibawa pulang sebagai kenang kenangan, atau disimpan untuk kunjungan berikutnya karena masa berlakunya cukup panjang dan saldo tidak hangus meski tidak dipakai dalam waktu lama.
Mengetahui cara membuat kartu KRL untuk wisatawan asing sejak awal membuat hari hari eksplorasi di Jakarta dan sekitarnya jadi lebih lancar tanpa hambatan teknis yang sebenarnya bisa dihindari. Sama seperti urusan dokumen perjalanan, persiapan kecil semacam ini sebaiknya diselesaikan di awal. Kalau urusan visa belum beres, Visaloka bisa membantu mengurus VOA atau C1 secara online sebelum keberangkatan, jadi begitu tiba di Indonesia, yang tersisa tinggal membeli kartu KRL dan mulai menjelajah.

